Monday, 29 September 2014

Tuhan Baik Hati

   Fatimah dan Siti adalah teman satu kelas di SMP 4 semarang, Semarang. Mereka sama-sama duduk di bangku kelas 9. Fatimah adalah gadis yang sederhana, ia juga bukan berasal dari kalangan orang kaya, hanya saja Fatimah sangat pintar sehingga dia dapat masuk di SMP itu dengan beasiswa. Berbeda dengan Siti , ia gadis yang berasal dari kalangan keluarga kaya dan elit sehingga ia sangat sombong. Siti juga menjadi ketua genk “The Cherry Girls” .
     Genk itu sangat terkenal dan ditakuti siswa-siswi di SMP itu. Guru-guru pun tidak berani menegur mereka karena salah satu dari mereka adalah anak kepala sekolah SMP itu.
Setiap istirahat Siti selalu bersama Rachmah, Sandra dan Aisyah yang tak lain adalah anggota genk The Cherry Girls. Siti dan genknya sering menghina dan mengerjai teman-temannya dan adik kelasnya yang mempunyai keterbatasan biaya. Fatimah sering melihat perlakuan mereka. Fatimah juga merasa tidak adil dibeda-bedakan dengan cara seperti itu, tetapi dia juga tidak mungkin marah kepada genk itu.

     Fatimah pun mulai berpikir bagaimana caranya agar genk itu mau mengasihi sesama dengan adil dan tidak membeda-bedakan sesama lagi. akhirnya setelah beberapa kali Fatimah mengamati, berpikir, dan berdoa, ia mendapat ide tentang cara menyadarkan Siti dan genknya.

     Suatu hari Fatimah pergi ke rumah Siti dengan mobil mewah milik pamannya. Ia pergi dengan mobil mewah agar Siti dan genknya mau ikut dengannya. Sesampainya di rumah Siti , Fatimah menekan bel yang berada pada pagar rumah itu. Siti dan genknya keluar dan mendapati Fatimah berada di depan rumahya. Siti sempat mengusir Fatimah, tetapi Fatimah langsung memaksa mereka untuk ikut ke suatu tempat. Fatimah juga sempat bertengakar dengan Siti dan genknya tetapi akhirnya mereka mengalah dan kemudian menggikuti Fatimah

     Ternyata Fatimah mengajak mereka ke bangunan peninggalan Belanda yang sangat besar dan tua. Ternyata tempat itu adalah Masjid. Saat Fatimah mengajak Siti dan genknya masuk, mereka tidak mau. Tetapi Gracia terus memaksa mereka, dan akhirnya mereka mengalah lagi.

    Sesampainya di dalam masjid, Fatimah mengajak mereka ke suatu ruangan. Di ruangan itu mereka diajak  untuk berdoa dan mendengarkan ayat Al-Quran . Setelah mendengarkan Ayat-ayat suci Al-Quran,pak Kyai  yang berada di dalam ruangan itu mengajak mereka sharing pengalaman. Di dalam sharing itu, seorang frater mengatakan “Allah mencintai kalian dengan tulus,Allah  tidak pernah membeda-bedakan kalian, Allah tidak peduli apakah orang itu kaya atau miskin, kalian harusnya bisa seperti Allah dengan tidak membeda-bedakan sesama”. Kata-kata itu membuat Siti dan genknya sadar bahwa perlakuan mereka terhadap sesama itu salah.

    Sejak saat itu mereka sadar akan kesalahan mereka dan mereka mengubah sikap mereka yang tadinya pilih-pilih teman menjadi mau berteman dengan semua orang tanpa pilih kasih, selain itu mereka juga rajin berdoa dan mendengarkan sabda Tuhan agar hati dan pikiran mereka terbuka.
SELESAI

No comments:

Post a Comment

Blue Fire Pointer