Saturday, 15 November 2014

Senin Sial

 Tett…
Tett…
Aish. Hey, ayolah, ini bukan saat yang tepat untuk si benda mesin itu berbunyi. Ini masih subuh dan mataku sangat berat untuk terbuka. Bayangkan saja, semua kalangan juga tahu kalau hari ini adalah langganan bagi si virushate monday” datang, dan jangan salahkan aku, aku juga terserang virus itu tiap Senin, dan sekarang si benda bulat berjarum tiga itu masih sanggup bernyanyi dengan rasa tak berdosa, melengkingkan sura aneh itu? Aku benar-benar berharap agar hari Mingguku yang berharaga dapat kembali, lalu aku tetap dapat menggulung diri dalam selimut dan kembali terbang ke alam mimpi. Tapi sekarang itu hanya angan, karena percuma saja aku mengabaikan alaram itu, karena bila tidak bangun segera, alaram lain pasti akan berbunyi. Ya suara ibuku akan menjadi pengganti alaram itu nantinya, jadi lebih baik sekarang aku bangun. Kali ini aku benar-benar bangun, agak terkejut juga karena aku masih punya tenaga untuk tegak dari tempat tidur, padahal otakku sudah berteriak minta tidak bangun, namun badanku justru menentangnya, dan kini aku benar-benar bangun.
Seusai melaksanakan rutinitas pagiku, aku kembali mengecek barang-barang yang akan aku bawa, yang paling penting adalah topi. Aku kembali mengeceknya dan ternyata topi itu masih ada di dalam tas. Sampai saat ini, topi itu belum pernah tesentuh mesin cuci sekalipun, jangankan mesin cuci, air saja tidak pernah. Terserah deh, mau dibilang jorok kek, aku sengaja tetap meletakkannya dalam tas, karena aku adalah orang pelupa. Sebenarnya tidak terlalu pelupa, tapi tetap sajakan. Untuk menjaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Senin memang hari yang sial, aku sudah memilihnya menjadi hari sial sejak duduk di kelas 2 SMP. Hari ini juga begitu, mengingat dari dati aku terus-terusan menarik oleh-oleh musim hujanku. Aku terkena flu, flu barat. Suaraku sudah seperti orang sumbing, aku bicara seolah-oalh sedang menutup hidung. Awalnya, aku tidak ingin dating ke sekolah, namun saat aku sadar hari ini adalah jadwalnya kuis Matematika, aku harus pergi. Nilai Matematikaku sudah buruk, dan aku tidak mau nilaiku makin anjlok karena aku tidak mengikuti kuis harian Pak Vetras.
“Qil, aku belum belajar matem ha..” aduku pada gadis yang duduk di sampingku. Aqilla Hanif Salsabilla.
Emangnya kau kira aku udah Um? Aku aja nggak masuk do waktu bapak tu jelasin, gara-gara siapin madding untuk lomba” dia menjawab dengan muka kesal serta raut wajah khawatir.
Ndeeh, udah ha, pasrah aja lagi lah” aku menutup percakapan kami dengan melototi catatan matematikaku yang sudah berubah warna di ujungnya akibat terkena tumpahan air.
***
Aku membaringkan tubuhku di atas kasur dengan masih tetap menggunakan pakaian sekolah lengkap. Otakku kembali memutar beberapa kejadian sial yang aku alami hari ini. Pertama, aku harus terus berusaha mencari waktu yang tepat untuk membuang oleh-oleh musim hujanku, hidungku bahakn terasa sangat perih. Kedua, aku benar-benar harus menarik nafas panjang. Nilai kuis Grafik Trigono Matematikaku berada pada posisi ‘68’, apakah nilai itu harus disyukuri? Sepertinya memang iya, setidaknya dia masih berkepala 6, walaupun aku lebih suka apabila dia berkepala 7, dan itu fix, aku akan bertemu wali kelasku lagi hari Jumat nanti. Belum cukup sampai di situ saja, sepulang sekolah aku lewat di dekat Mall SKA, rajanya macet. Aku duduk di jok Honda sambil meratapi lampu lalu lintas yang tetap berwarna merah. Tiba-tiba “Tiiiiiiiiiiiit” wah, suara apa itu? Aku yang sedang melamun sontak kaget mendengar suar aneh itu. Ternyata suaranya berasal dari mobil hitam itu. Aku merutukinya di dalam hati. Aku kembali tenang, lalu tiba-tiba “byurr” hei what the … air coklat itu terciprat di sepatu hitamku, semuanya akibat dari si benda kuning besar itu. Bus Transmetro, apakah dia tahu kalau sepatu ini masih akan ku gunakan lima hari kedepan,,, hmmm..
***

Aku menarik nafas dalam. Kemudian mengeluarkannya secara perlahan. Aku banar-benar berharap beban hari ini akan terangkat semua.

PENGaLAMAN MEMALUKAN

Pengalaman Pribadi Lagi
Entah lucu entah konyol tapi yg pasti sangat memalukan bagi gue
Waktu gue SMP ada yg namanya tes berenang sama guru Olah Raga. Kejadiannya thn 2010. Gue Sekolah di SMP . Lokasi berenangnya disebuah kolam renang yg lumayan jauh dari Sekolah.
Pas sampai di lokasi gue ga ikut berenang. Gue hanya tebar pesona dipinggir kolam dgn stelan lengkap alias ga buka baju, gue tebar pesona sama cewek2 yg lagi berenang , kebetulan cewek yg gue suka juga lagi asik berenang.
Kemudian ada 3org bocah setingkat SD juga ikut berenang..
Nah gue langsung gunain kesempatan biar gebetan makin terpesona liat gue
Gue pura2 jadi instruktur renang.
“Ayo lo bertiga skrg pake gaya kupu2.. Ayo cepet..!! Kata gue ke 3bocah itu, mata gue diplototin sambil ngedip ngasih isyarat agar mereka nurut, lagian tu bocah2 juga org kampung gue, jadi mereka ngerti gue hahaha“
“Udah bang,, skrg gaya apa lagi?? Tanya seorang bocah..
“Oke..!! Skrg gaya kodok.. Ayo buruan.. Perintah gue..
“Siap bang..!! Balas mereka bertiga..“
Wiiis.. Gebetan gue makin salut ma gue, dia nyangkanya gue bener2 pelatih renang, gue bisa lihat dari sudut matanya & senyumnya yg bikin jantung gue ”dag dig dug” padahal gue sama sekali ga bisa berenang wkwkwk (sampai skrg pun gue ga bisa berenang)
Tiba2 sedang asik2nya memberi perintah dipinggir kolam renang, teman gue yg iseng banget orangnya ngedorong gue, hingga gue jatuh kecebur kedalam kolam renang yg sangat dalam..
Gue kelelep, susah payah gue kepermukaan air tapi tetep aja tubuh gue nyemplung lagi kedasar air, hampir aja gue mati, untungnya ada yg nolong, trus narik gue kepinggir kolam renang. Sialnya lagi yg nolong gue malah 3bocah yg gue perintah2 tadi..
“Skrg gaya apa lagi bang?? Hahaha.. Tanya tiga bocah itu sambil ngeledek..!!
Gue > kampret lo.. Udah buruan pergi dari sini.. (Dgn nafas tersengal2)
.. Hancuuuur...!! Lebuuuuur..!! Gue bener2 malu, duduk sambil menunduk..!!

PUSING

Pelajaran Terpenting Di pagi yang cerah ini aku bergegas untuk berangkat sekolah. Hari ini adalah hari pertamaku bersekolah di MAN. Aku saat itu duduk di kelas X-5, sebangku dengan yakin. Saat berada di kelas X-2 awalnya aku tidak begitu senang karena aku berfikir aku tidak akan mempunyai banyak teman. Tetapi semua fikiranku itu tidak benar, aku memiliki banyak teman yang sangat baik padaku. Mereka adalah Devi cewek yang supel, Ika teman yang selalu mengingatkan tentang PR, Resi yang selalu pegang Hp, Winda yang selalu ceria, dan Wulandari si Ratu galau. Mereka merupakan teman terbaikku di kelas. Setelah beberapa bulan kemudian, kelasku tersandung sebuah masalah yang cukup serius yaitu masalah tentang kenakalan remaja. Maraknya kasus narkoba membuat beberapa dari teman laki-lakiku terlena akan adanya narkoba, mereka mengkonsumsi narkoba bahkan ada yang mengedarkan. Aku terkejut mendengar berita kasus tersebut. Beberapa dari teman laki-lakiku ada yang sampai di berhentikan karena terbukti mengedarkan narkoba jenis yang lumayan tinggi. Kasus ini membuatku takut akan pergaulan yang salah. Setelah masalah itu telah usai, beberapa teman laki-lakiku khilaf dan menyadari akan kesalahannya hingga mereka bertaubat. Dengan berakhirnya masalah ini, aku merasa senang dan lega. Kini aku dan teman-teman dapat belajar mengenai cara memilih teman yang baik dan bahaya mengkonsumsi narkoba

Di marahin guru

    Ketika bangun pada hari Senin pagi, aku sangat terkejut karena melihat jam di kamar telah menunjukkan pukul 06.30 WIB. Aku langsung bangun dan menuju ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi tiba-tiba aku terpeleset dan hampir saja mencederaiku. Setelah mandi, aku berpakaian sekolah, sarapan pagi lalu berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di sekolah kulihat tasku untuk mengambil topi. Betapa terkejutnya aku, ternyata topiku tidak ada di dalam tas.
     Karena hari itu hari senin (ada upacara bendera) aku pulang ke rumah untuk mengambil topi. Selesai mengambil topi aku kembali lagi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor. Tiba-tiba di jalan motorku mogok, setelah diperiksa ternyata bensinnya habis. Terpaksa kudorong motor untuk mencari tempat penjualan bensin eceran. Untunglah tempat penjualan bensin itu tidak jauh. Aku membeli satu liter bensin dan langsung tancap gas menuju ke sekolah. Setibanya di sekolah ternyata murid-murid sudah berkumpul di lapangan. Upacara hampir saja dimulai. Aku pun tergesa-gesa berlari menuju ke lapangan upacara.
     Ketika upacara dimulai kepala sekolah langsung memberi pengarahan tentang tata tertib sekolah. Tiba-tiba datanglah seorang guru untuk memeriksa kerapian murid-muridnya, dan sialnya rambutku dinilai panjang oleh guru. Dengan leluasa serta tak kuasa kumenolak gunting yang ada digengaman guru mencabik-cabik rambutku. Dengan rambutku yang tak karuan, aku langsung masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran.
     Rupaya pelajaran tersebut mempunyai pekerjaan rumah (PR) dan aku lupa mengerjakan tugas tersebut lalu dihukum oleh guru untuk membuat tugas itu sebanyak tiga kali. Aku langsung mengerjakan tugas itu. Sebelum aku mengerjakannya jam pelajaran pun habis lalu aku disuruh menulis beberapa kali lipat lagi oleh guru. Ketika sedang mengerjakan tugas itu, teman-teman ribut di kelas karena jam pelajarannya kosong. Dengan senangnya teman-teman pun bermain di kelas sehingga aku pun merasa terganggu. Aku menegurnya supaya tidak ribut lagi, ternyata mereka tidak senang dan tidak terima atas teguranku.
    Temanku tadi langsung merobek tugas yang sedang kubuat. Aku merasa kesal dan tanpa basa-basi lagi aku langsung menghajarnya sehingga terjadilah perkelahian. Kemudian kami dipanggil wali kelas ke kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aku ceritakan masalah tersebut dan kami pun disuruh untuk bermaaf-maafan. Setelah itu kami disuruh untuk melupakan masalah tersebut, akhirnya lonceng pun berbunyi menandakan pulang sekolah. Kami pun langsung pulang ke rumah. Setibanya di rumah aku merasa senang karena permasalahan tersebut telah selesai. Aku bercerita tentang kejadiankejadian yang aku alami di sekolah tadi dengan orang tuaku. Orang tuaku pun menasehati agar selalu mengerjakan tugas tersebut dan mentaati peraturan tata tertib yang ada di sekolah.

CERITA YANG TAK TAMAT

Pada zaman dahulu kala hidup seorang Raja yang bijaksana, baik dan suka membantu rakyatnya. Salah satu kegemaran Raja ini ialah suka mendengarkan orang bercerita. Raja sudah sering kali mendengarkan cerita dari ahli-ahli istana yang bisa bercerita dan Raja pun menjadi Bosan.
Seminggu berlalu…
Ketika Raja dan para permaisurinya sedang berkumpul di Balkon kerajaan, Raja mendapat ide. “Barang siapa yang bisa bercerita yang tak berujung, akan aku beri hadiah, namun jika cerita itu berakhir dan ada ujungnya maka ia akan saya masukkan ke dalam penjara” tegas Raja. Semua yang ada di tempat itu pun terkejut akan kemauan Raja. “Tapi yang mulia bagaimana caranya?” tanya Prajurit kerajaan. “Pikirkan sendiri!” kata Raja seraya meninggalkan mereka di Balkon kerajaan.
Keesokan harinya para Prajurit kerajaan sibuk membagikan selembaran pengunguman.
AYO IKUTI SAYEMBARA DARI RAJA
Barang siapa yang bisa menceritakan
cerita yang tak berujung akan diberikan hadiah.
Sedangkan yang ceritanya berakhir akan dimasukkan
ke dalam penjara bawah tanah.
Note: pendaftaran di taman kerajaan
Berduyun-duyun masyarakat mendaftarkan diri. Siang.. menjadi.. sore.. dan sore pun menjadi.. malam. Sudah terdaftar 2000 orang.
Keesokan harinya para peserta akan mengambil nomor urut. Dan ketika itu, para Prajurit kerajaan menegaskan bahwa yang ceritanya berakhir maka ia akan dimasukkan ke dalam penjara seumur hidup!. Akhirnya dari 2000 yang mendaftar hanya ada 100 yang tersisa.
Seminggu berlalu.. akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Acara itu dilaksanakan di Ballroom kerajaan. “Peserta pertama masuk!” kata Prajurit kerajaan. Setelah 3 hari ceritannya pun berakhir. Peserta kedua, ketiga, keempat, kelima, sampai peserta ke-99 pun ceritanya berakhir dan masuk ke penjara seumur hidup.
Peserta ke-100 pun kebingungan. Sebut saja dia Pak Roib. Pak Roib pun berkeliling kerajaan untuk mencari ide. Lalu ia mendengar suara tikus. Ia mengintip suatu ruangan melalui jendela. Dan.. itu adalah gudang penyimpanan gandum. “Wahh banyak sekali” kagum Pak Roib. Namun Pak Roib melihat seekor tikus yang terus memakan gandum itu. Ketika si tikus habis memakan satu karung datang lagi Prajurit kerajaan yang menampung gandum yang telah dipanen ke dalam gudang tersebut. Jadi akan terus bertambah. Akhirnya Pak Roib pun mendapat ide.
“Peserta ke-100 masuk!!” perintah Prajurit kerajaan. Lalu Pak Roib pun masuk. “Kamu jangan kecewakan saya, karena kamu adalah orang terakhir” kata Raja.
Pak Roib mulai bercerita.
“Pada zaman dahulu kala hidup seorang raja yang bijaksana dan baik hati. Rakyatnya makmur dan semua kebutuhannya tercukupi. Di Istana Raja pun hidup makmur. Gudang gandum pun selalu penuh dengan gandum yang telah panen. Namun ada seekor tikus kecil yang terus memakan gandum itu. Tapi, prajurit istana selalu memanen dan memasukkan lagi ke dalam gundang gandum. Tapi tikus itu selalu memakannya dengan perlahan. Sebutir… sebutir… sebutir.. sebutir…” kata Pak Roib. Namun setelah 1 minggu Pak Roib hanya mengucapkan kata sebutir. Itu membuat Raja menjadi heran. “STOP!!! Wahai Pak Roib mengapa engkau hanya menyebutkan kata sebutir?” tanya Raja. “Karena tikus belum selesai memakan satu karung gandum” kata Pak Roib. Lalu Pak Roib pun melanjutkan ceritanya. “Sebutir.. sebutir..” kata Pak Roib panjang lebar. “Baiklah Pak Roib, anda mampu menceritakan cerita tanpa ujung. Kalau anda melanjutkan ceritanya, itu tidak akan habis. Walaupun saya bosan namun, selamat anda berhasil memenangkan sayembara ini. Dan ini ada hadiah dari saya.” kata Raja. “Terima kasih Raja” kata Pak Roib terharu.
Akhirnya Pak Roib pulang dengan perasaan hati gembira sekaligus lelah.

PETUALANGAN PUTRI SOFIA

Pada suatu hari, di kerajaan Crystal Palace hiduplah seorang putri bernama Sofia, ibunya bernama Miranda dan ayah nya bernama Vernando. Sofia adalah putri tunggal, Sofia tinggal di castle bersama kedua orangtuanya dan Sofia bersekolah di Gardenia Palace. Sofia duduk sebangku di kelasnya bersama Lacey. Sofia merasa senang bersekolah di Gardenia Palace.
Sehabis pulang, sekolah Sofia datang ke rumah Lacey untuk bermain. Pada keesokan harinya, Sofia kembali berangkat ke sekolah, sesampainya di sekolah, Sofia mendengar kabar bahwa, besok akan diadakan lomba mewarnai, dengan juara satu Memenangkan piala, juara dua mendapatkan trophy dan juara tiga mendapatkan piagam, mendengar itu semua, Sofia pun mengikutsertakan dirinya dalam lomba mewarnai tersebut.
Sesampainya di castle, Sofia pun langsung mempersiapkan alat-alat yang diperlukan untuk lomba besok, setelah selesai menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk lomba mewarnai, Sofia pun pergi ke rumah Lacey untuk berlatih mewarnai bersama-sama, setelah selesai berlatih, Sofia pun kembali ke castle dan beristirahat di dalam kamarnya.
Keesokan harinya Sofia diberikan nomor urut delapan pada perlombaan, setelah panitia mengatakan “mulai”, Sofia pun langsung mewarnai dengan sangat hati-hati, teliti dan juga rapi, Sofia pun selesai mewarnai, dan Sofia memberikannya pada panitia.
Setelah panitia merenungkan hasil perlombaan, panitia pun mengatakan bahwa juara tiga dimenangkan oleh Lisa dengan nomor urut dua, juara dua dimenangkan oleh Lacey dengan nomor urut lima, dan juara satu dirahi oleh Sofia dengan nomor urut delapan, Sofia pun merasa sangat senang, dan kedua orangtua Sofia pun bangga terhadap Sofia.

KUCINGKU YANG MALANG

Di depan halaman rumah terdapat kucing yang lucu sedang mengelus-elus bunga yang indah. Lalu ada seorang perempuan keluar dari rumah itu dan akan menghampiri kucing lucu itu. Perempuan itu bernama Mira, ternyata ia adalah pemilik kucing itu. Kucing itu bernama Manis, bulunya lembut dan putih, dia adalah kucing kesayangannya. Sepupu Mira yang bernama Raisa memberikan Manis kepadanya saat Raisa berkunjung ke rumahnya. Lama-lama Manis jadi jinak dengan Mira kemanapun ia pergi pasti Manis akan mengikutinya. Jika sekolah Manis mengikutinya tapi Mira tidak mengizinkan ikut dan menitipkan dia di rumah pamannya yang kebetulan dekat dengan sekolahannya.
Pada malam hari, mira tidur dan bermimpi. Mira melihat manis sedang tersenyum seakan-akan wajah manis tidak terlihat lagi, dia memanggil manis berulang kali tetapi tidak menyahut hanya tersenyum.
“Jangan, jangan, jangan pergi” teriak mira. Sesaat ia bangun dari tidurnya, dan waktu masih menunjukkan tengah malam
Keesokan harinya, Mira bangun dan langsung mandi, setelah itu memakai seragam dan bergegas menuju ruang makan. Di sana orangtuanya sudah siap di ruang makan dan mereka langsung makan bersama. Manis seperti biasanya duduk di bawah kursi Mira. Di meja makan ada ayam goreng, ikan asin, nasi, sop, sosis, bayam, buah-buahan, susu dan jus buah. Jika ada sisa ikan dan nasi pasti Mira akan memberikannya kepada Manis.
Lalu Mira berpamitan kepada orangtuanya dan langsung berangkat ke sekolah. Seperti biasanya Manis mengikuti Mira tapi hanya sampai di belokan yaitu jika belok ke kiri itu jalan menuju sekolahan jika belok ke kanan menuju rumah pamannya, seperti biasa Mira menitipkannya. Akhirnya Mira sudah sampai di Sekolahan dan mulai belajar
Sepulang sekolah ia tidak melihat Manis ia hanya melihat sisa makanan di halaman. Tiba-tiba paman datang dengan tergesa-gesa menghampiri Manis
“Paman, dimana manis?” tanya Mira gugup.
“Kucingmu hilang Mir, tadi paman melihat manis di taman dari kejauhan tetapi saat kuhampiri ia sudah pergi entah kemana. Maafkan paman ya.” jawab paman panjang lebar dan terlihat gugup.
“Tidak apa-apa kok” jawab Mira
Walaupun begitu ia tetap mencari Manis lalu ia pergi ke taman.
Mira sudah sampai di pinggir jalan, dari kejauhan ia melihat Manis dengan seekor anjing terlihat sedang merebutkan makanan, entah makanan apa yang diperebutkan padahal mira selalu memberikan makanan. Mira hanya bengong melihat itu karena ia takut dengan anjing. mira begitu khawatir dengan Manis. Anjing itu melemparkan makanan itu di tengah jalan, tentu saja Manis langsung menghampirinya. Saat Mira akan kesana tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan cepat menabrak Manis dan akhirnya…
Mira tidak bisa menahan tangisnya, ia lalu mengucapkan salam perpisahan kepada manis yang tidak akan kembali lagi

INI BARU SAHABAT

Pada saat ana pulang sekolah, dia melihat sebuah keluarga yang pindah rumah. Ana melihat seorang anak perempuan yang kelihatan pintar. Ana mencoba menyapa anak itu. Ana ingin anak itu menjadi temannya, karena sebenarnya ana selama ini dia tidak mempunyai seorang teman. Saat ana ingin bertanya siapa nama anak itu, anak itu pun lari ke belakang ibunya. Kelihatannya anak itu sedikit pemalu. Ana pun kembali ke rumahnya untuk beristirahat.
Keesokan harinya, Ana pun melihat anak itu keluar dari rumahnya. Ana lalu mencoba lagi untuk berkenalan.
“hai, aku ana, siapa namamu?” sapa ana
“na.. na… namaku li… lia” jawab anak itu dengan gugup karena malu
“ooh, lia kita jalan-jalan yuk” ajak ana
“boleh, tapi aku tanya ibu ku dulu ya!” kata lia akrab
“oke, tapi jangan lama-lama ya” pesan ana
Setelah beberapa detik ana menunggu, dia pun melihat lia keluar dari rumah. Mereka pun berjalan–jalan menaiki sepeda mereka masing-masing.
Saat di jalan, lia dan ana merasa lapar. untung saja lia membawa uang, jadi mereka bisa memebeli kue. Tapi lia tak tahu dimana terdapat penjual kue. Ana pun memperlihatkan toko kue yang harganya murah. Mereka pun membeli kue disana.
“kamu mau kue yang mana?” tanya lia
“yang ini aja deh, lumayan murah” kata ana memilih sebuah kue
“nggak apa-apa kok kalau kamu pilih kue yang harganya lebih tinggi dari itu” kata lia menawarkan
“makasih, tapi nanti uangmu habis” kata ana kasihan
“nggak apa-apa yang penting kita bisa jadi sahabat”
“jadi kamu suka berteman denganku”
“suka dong, masa nggak sih”
Mereka pun membayar roti itu dan memakannya sampai habis. Lalu, mereka menaiki sepedanya masing-masing lalu kembali jalan-jalan. “tak kusangka, ternyata aku bisa bersahabat secepat ini” kata Ana dalam hati.
SELESAI

GAME

“Main apaan ya?” tanya salah satu dari mereka.
“Aku juga tak tahu,” jawab satunya lagi.
Ya. Mereka adalah sekelompok sahabat yang sedang terdiam di bawah pohong yang rindang. Kicauan burung di pagi yang cerah membuat mereka terbawa suasana.
“Aku tahu!” seru salah seorang yang membuat keheningan itu pecah seketika.
“Apa, Siska?”
“Ikuti saja aku. Aku akan menunjukkan cara bermainnya,” ujar Siska.
“Begini caranya. Aku diajarkan oleh kakakku Sarah,” lanjutnya lagi.
“Oke, kami mengerti.”
Sekelompok sahabat itu pun bermain dengan riang gembira di pagi yang cerah itu. Sampai waktunya siang tiba. “Huaaah! Tak terasa ya, cepat sekali waktu itu?” ujar Hana.
Lainnya mengangguk.
“Pulang yuk!”
“Ayo! Nanti sore main lagi, ya!”
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Sore pun tiba…
“Cherry! Cherry!” teriak sahabat-sahabat Cherry.
“Ya?”
“Main yuk!”
“Ayo!” Cherry segera pamit dan pergi bermain.
“Siska mana?” tanya Cherry.
“Di rumah Siska banyak orang berdatangan jadi, kami menghampirimu dulu,” jelas Fanny.
“Yap. Betul,” timpal Stella.
“Yuk, kita hampiri Siska!” ajak Cherry.
Mereka berempat pun ke rumah Siska.
Terlihat mama Siska dan kakak Siska berderaian air mata. “Loh? Tante? Kak Sarah? Kok kalian menangis? Kenapa?” tanya Cherry.
“Sis… Siska…” ujar kak Sarah terpatah-patah.
“Siska?! Siska kenapa kak?! Siska kenapaaa?!!!” teriak Hana ikut menangis.
“Sis… Siska… Siska meninggal… Hiks…” ujar mama Siska.
“APA?!?!” jerit mereka berempat. Hampir saja Hana pingsan mendengarnya. Tentu saja Hana, sahabat karib Siska sangat terpukul mendengarnya.
“Tidak… tidak mungkin Siska meninggal… Tidak mungkin!!!” jerit Hana lagi.
“Memang kenyataannya begitu, Hana… Kakak juga sangat terpukul. Tetapi, Allah berkehendak lain,” kata kak Sarah.
“Memangnya, Siska meninggal kapan, kak?” tanya Cherry seraya menangis juga.
“Siska meninggal saat tidur siang tadi. Dia tidak bangun sama sekali. Sampai akhirnya, kakak menyentuh nadinya, tak berdetak sama sekali.”
“Tragis sekali Siska meninggal. Ya Allah…, biarkan Siska tenang di alam sana, Ya Allah…. Semoga Siska diterima disisi-Nya ya kak.., tante… Kami pamit dulu,” ujar Stella.
“Iya. Hati-hati, ya…”
Sekelompok sahabat itu pun pulang ke rumah masing-masing lalu memberi tahukan hal ini kepada orangtuanya. Setelah itu, mereka berkumpul kembali. Hana masih terpukul dengan kematian sahabat sejatinya.
“Siska…”
“Sudahlah Hana. Biarkan Siska senang disana. Kita doakan saja dia agar diterima disisi-Nya,” hibur Fanny.
“Bagaimana kalau kita bermain permainan yang diajarkan Siska tadi?” usul Stella.
“Betul. Ayo!” Mereka bermain bersama tanpa Siska. Mereka berusaha ceria walaupun di dalam hati mereka sangat berduka. Mereka bermain sampai maghrib, lalu pulang.
Keesokan harinya…
“Cherry! Cherry! Ada telepon dari Fanny!” teriak bunda Cherry dari bawah.
“Ya, bun!” Cherry segera turun ke bawah dan mengangkat gagang telepon rumahnya. “Halo. Assalamu’alaikum Fanny.”
“Halo juga, wa’alaikum salam.”
“Ada apa, Fanny? Kok menelpon pagi-pagi?”
“Ada kabar duka lagi, Cherry.”
“Hah?! Apa itu?!”
“Stel… Stella… meninggal dunia tadi pagi pukul 06.45.”
“Innalillahi wa inna illaihi rojiuun…. Baru saja kemarin Siska meninggal. Sekarang Stella?”
“Iya. Ya sudah ya, Cher. Kita berkumpul di tempat biasa. Bye!”
“Bye!” Cherry menutup telepon dan segera memberitahu ke bundanya. Kemudian, Cherry ke tempat biasa berkumpul.
“Kemarin Siska. Sekarang Stella,” ujar Hana sedih.
“Ya. Pasti semua ini gara-gara permainan yang kita mainkan kemarin. Bukankah pertama Siska yang mengajak, lalu dia yang meninggal? Setelahnya Stella yang mengajak, dia yang meninggal. Pasti semua ini gara-gara…”
“PERMAINAN YANG DIAJARKAN SISKA!” tebak yang lainnya.
“Ayo kita selidiki!”
Mereka menyelidiki, tetapi tetap saja mereka tak menemukan apapun yang aneh di permainan itu.
“Sudahlah. Aku menyerah. Aku tak tahu apa yang harus kita lakukan lagi. Aku mau pulang,” ujar Cherry.
“Tapi, Cher! Kita belum selesai!”
“Iya, aku setuju dengan Cherry. Kita melakukan ini hanya sia-sia saja! Membuang waktu!”
“Ya sudah deh.” Akhirnya mereka semua pulang.
“Eits, tapi tunggu!” cegah Fanny.
“Ada apa?” tanya Cherry kemudian.
“Teman-teman kalian masih penasaran tidak dengan permainan yang diajarkan Siska?” tanya Cherry.
Teman-teman yang lain hanya mengangguk.

KEBAIKAN ALIN





Pada suatu hari, tinggalah seorang gadis kecil yang bernama Alinda Salsabila. Panggilannya Alin. Ia tidak punya keluarga karena keluarganya meninggal setelah kejadian tsunami. Karena sudah tidak memiliki keluarga lagi, Alin pun hidup bersama seorang nenek di desa yang berdekatan dengan Hutan Asri. Memang, itu bukan nenek kandungnya. Tetapi, nenek itu sangat menyanyangi Alin.
“Nenek… Aku laparrr…” ucap Alin.
“Baiklah, nenek akan menanak beras terlebih dahulu.” jawab nenek.
Nenek pun segera menanak beras. Selagi berasnya dinanak, nenek berkata sesuatu.
“Alin, nenek ingin mencari lauk pauk dulu.” ucap nenek.
“Nenek akan membelinya dimana?” tanya Alin.
“Nenek akan membelinya di Pasar Serba Ada.” jawab nenek.
“Tapi, jangan lama-lama ya nek.” ucap Alin.
“Iya, tapi ada satu pesan untuk kamu. Jangan membuka tutup panci itu walaupun sudah berasap. Kamu baru boleh membuka tutup panci itu setelah nenek memerintahkan kamu! Oke?” jelas nenek.
“Iya nek.” jawab Alin.
Nenek pun segera menuju Pasar Serba ada. Di pasar tersebut ada makanan mentah dan juga ada yang sudah matang. Sesampainya di Pasar Serba Ada…
“Bu, saya beli bakso mie 2 dibungkus ya bu.” pesan nenek.
Si penjual pun segera mengambilkan makanan yang dipesan nenek. Nenek membeli makanan matang karena nenek tidak bisa memasak. Nenek hanya bisa memasak nasi dan air. Sudah itu saja.
Di rumah…
Alin ingiiin sekali membuka tutup panci itu, sebab ia sangat penasaran bagaimana isinya, bagaimana teksturnya, dan bagaimana keadaaan nasi tersebut saat di dalam panci.
Karena rasa penasaran Alin semakin membesar, Alin pun langsung membuka tutup panci itu. Dan betapa terkejutnya ia setelah tahu bagaimana isinya. Setelah ia mendengar bunyi langkah kaki, ia langsung buru-buru menutup panci tersebut.
Nenek datang…
“Alin, apa yang kamu lakukan?” tanya nenek geram.
“Aku… aku tidak melakukan apa-apa nek.” jawab Alin bohong.
“Buktinya, asapnya sekarang meluap besar sekali dan berasnya tumpah kemana-mana.” seru nenek marah.
“Pasti kamu buka kan tutup pancinya?” tanya nenek kepada Alin.
“Ti… tidak nek. Aku tidak membuka tutup pancinya.” jawab Alin bohong.
“Jujur Alin!” seru nenek marah.
“Iya nek, aku membuka tutup pancinya.” jawab Alin.
“Kamu tidak ingat pesan nenek sebelum pergi ke pasar. ‘Jangan membuka tutup panci itu walaupun sudah berasap. Kamu baru boleh membuka tutup panci itu setelah nenek memerintahkan kamu!’. Kamu tidak bisa dipercaya, Alin.” seru nenek masih marah.
“Maafkan Alin nek. Terserah nenek mau ngehukum Alin dalam bentuk apapun. Yang penting nenek mau memaafkan Alin.”
“Baiklah nenek memafkan kamu. Dan, hukuman yang akan nenek berikan kepada kamu tidak berat. Hukumannya yaitu, mencuci piring selama tiga hari selesai makan.” jawab nenek.
“Tapi, hukuman itu tidak setimpal dengan apa yang aku lakukan tadi.” ucap Alin.
“Biarkan, yang paling penting adalah Alin jangan mengulangnya kembali.” jawab nenek dengan lembut.
“Terima kasih ya nek.” kata Alin.
“Iya, sama-sama Alin.” jawab nenek.
Setelah dinasihati oleh nenek, Alin pun sadar, agar dipercaya orang lain, kita harus menaati apa yang telah diperintahkan. Dalam bentuk apapun.

*PANCING YANG LEPAS*



PANCING YANG LEPAS

 Kejadian ini terjadi ketika aku kelas 5 SD. Waktu itu kebetulan kelasku sedang melaksanakan field trip ke Pasir Mukti. Aku melakukan berbagai kegiatan, namun kejadian ini adalah yang paling mengesankan.
           Ketika itu kami sekelas sedang memancing.Waktu itu aku dan temanku, Adil sedang memancing ikan. Kami sudah lama menunggu, namun kami belum mendapatkan ikan satupun. Hampir semua Teman-temanku sudah mendapatkan ikan , namun semuanya kecil-kecil.
        Hanya temanku Wawan yang mendapat ikan paling besar sendiri. Setelah beberapa lama, aku merasakan ada yang menarik-narik kail pancingku. Lalu aku tarik dengan cepat pancinganku namun plukk…… pancinganku lepas dan tenggelam. Dan yang tersisa hanya pegangannya. Teman-temanku menertawaiku semua. Aku pun ikut tertawa karena yang tersisa hanya pegangannya.
          Setelah memancing, kami sekelas bermain lumpur. Aku sempat terjatuh sekali, namun tidak selucu sewaktu kami memancing. Setelah kejadian itu kami mandi,makan dan shalat bersama. Lalu kami shalat bersama dan langsung pulang ke SDN 2 Sendang .

Saturday, 1 November 2014

Taman paseban

Taman Paseban adalah taman yang dibangun di tengah Kota Bangkalan pada 2013 lalu. Taman itu diharapkan bisa menjadi salah satu lokasi alternatif bagi warga Kota Salak yang ingin refreshing. Sayangnya, kondisi taman yang berada di alun-alun itu tidak seperti yang diharapkan. Buktinya, di beberapa lokasi banyak sampah berserakan dan air kolamnya keruh serta kotor. Jika mengacu kepada cerita sejarah, Paseban konon dibangun oleh Pengeran Cakra Adiningrat V sekitar tahun 1747. Paseban sendiri merupakan tempat peristirahatan para keluarga Pangeran Cakra Adiningrat V. Taman itu berada di tengah-tengah keraton dan tempat peribadatan yang saat ini direhabilitasi menjadi Masjid Agung Bangkalan.
Dulu, Markas Komando Distrik Militer (Kodim) Bangkalan adalah keraton keluarga Pangeran Cakra Adiningrat V. Nah, sebelum berangkat ke keraton para keluarga Pangeran Cakra Adiningrat V biasanya istirahat dulu di Paseban. ”Paseban itu merupakan tempat peristirahatan keluarga Pangeran Cakra Adiningrat V,” ujar salah seorang budayawan Bangkalan, RM Hasan Sasra.
Dijelaskan, untuk mengabadikan sejarah itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Bangkalan kemudian membangun Taman Paseban pada 2013 lalu. Pemanfaatan Taman Paseban tidak sama dengan zaman dulu. Sebab, taman tersebut bukan dimanfaatkan untuk peristirahatan keluarga keraton lagi. Tapi, taman yang bisa disinggahi masyarakat umum.
Tapi, kondisi Taman Paseban memprihatinkan. Sebab, tidak sedikit sampah yang berserakan di taman tersebut. Selain itu, kondisi air kolam yang berada di taman tersebut kotor dan keruh. Bahkan, air kolam juga dipenuhi sampah. Karena itu, ada sebagian warga yang enggan berkunjung ke Taman Paseban.
Herman Hidayat, salah seorang pengunjung mengungkapkan, semula kondisi dan kebersihan taman sangat bagus dan indah, tapi sekarang malah sebaliknya. Buktinya, kondisi taman memprihatinkan karena sampah bertebaran di mana-mana. Pria berusia 27 tahun itu berharap, agar kebersihan Taman Paseban kembali dijaga agar lebih hijau dan asri. ”Tamannya bagus, tapi kebersihannya kurang dijaga. Semoga taman kembali dirawat dan semakin bagus. Sehingga, masyarakat mau mengunjungi Taman Paseban,” harapnya.

Pencak Silat Joko Tole

Kabupaten Bangkalan, menjadi semakin sepi setelah sebagian besar arus transportasi melalui feri Ujung-Kamal beralih lewat Jembatan Suramadu sejak setahun lalu. Namun, dari sisi barat Pulau Madura inilah ribuan pendekar pencak silat besutan Suhaimi Salam bermunculan.Dalam prestasi pencak silat, atlet asal Kamal tidak bisa dipandang sebelah mata. Kamal telah menelurkan ratusan gelar juara pencak silat tingkat regional, nasional, dan internasional.Prestasi pencak silat Kamal terwujud lewat keberadaan Perguruan Pencak Silat Jokotole atau PPS Jokotole. Berdiri pada 21 Maret 1976, PPS Jokotole yang dipelopori Suhaimi telah berkembang hingga memiliki sekitar 30.000 murid.Hanya berbekal rasa

kekerabatan, PPS Jokotole asuhan Suhaimi itu memiliki 16 kepengurusan daerah (pengda) di 16 provinsi se-Indonesia. Semua pengda membawahi 66 cabang, baik di kabupaten maupun kota. Bahkan, mulai tahun 1984 muncul perwakilan istimewa (perwis) PPS Jokotole di Belanda yang tersebar di empat cabang.
Suhaimi bercerita, tumbuhnya perwis PPS Jokotole di Belanda bermula dari upaya Gubernur Jawa Timur periode 1967-1976 Moehammad Noer. Tahun 1980 Noer memperkenalkan budaya Jatim lewat silat madura yang dikemas dalam film dokumenter kepada Duta Besar Perancis.

Film dokumenter tentang pencak silat madura itu kemudian dibawa Noer ke berbagai negara di Eropa. Dari melihat film dokumenter itu, 13 pemuda setempat rupanya terpicu ketertarikannya untuk menelusuri lebih lanjut tentang pencak silat madura.Tahun 1982, sebanyak 13 pemuda Eropa datang ke Kamal, Bangkalan, untuk membuktikan keberadaan PPS Jokotole. Setelah itu, pada tahun 1984, salah satu peserta asal Belanda, Glen Pennock, datang kembali ke Kamal. Kali ini dia berguru pencak silat kepada Suhaimi.Pennock-lah yang kemudian membuka perwakilan pencak silat di negaranya hingga memiliki 640 murid. Tahun 2002 Pennock pindah ke Amerika Serikat. Di sini dia juga membuka cabang PPS Jokotole di Chicago dan New York.
 
Tahun 2005, dibuka pula perwakilan PPS Jokotole di Selangor dan Kuala Lumpur, Malaysia, yang dimotori Muntazar, tenaga kerja Indonesia asal Bangkalan.”Selama ini kami tidak pernah melakukan promosi apa pun. Siapa pun yang datang ke sini (PPS Jokotole) untuk mendaftar, pasti kami terima,” kata Suhaimi. Selama ini, semua perkembangan terkait dengan pencak silat madura tersebut terkomunikasikan dengan PPS Jokotole di Kamal, Bangkalan, lewat surat elektronik.”Website kami memang tidak punya. Justru perwis kami yang berada di Belanda memiliki website, yaitu JOKOTOLE BELANDA”
Berbagai kejuaraan Sejak berdiri tahun 1976 hingga sekarang, PPS Jokotole setidaknya telah menyabet 520 gelar juara pertama kedua, ataupun ketiga untuk tingkat regional, nasional, hingga internasional. Jika seluruh prestasi dihitung, PPS Jokotole telah mengumpulkan ribuan tanda prestasi dengan berbagai bentuk, mulai dari piala, medali, hingga piagam penghargaan.Perjalanan selama puluhan tahun dengan segudang prestasi itulah rupanya yang membuat nama PPS Jokotole menjadi tak asing dalam wadah Seluruh prestasi PPS Jokotole itu tidak lepas dari besutan ”tangan dingin” Suhaimi Salam. Pria itu sejak berusia muda telah meraih segudang penghargaan dalam berbagai kejuaraan.Dalam kurun waktu antara tahun 1966 dan 1976, Suhaimi berturut-turut menyabet gelar juara pertama dalam berbagai kejuaraan pencak silat tingkat regional dan nasional. Prestasi Suhaimi kemudian mencapai puncaknya ketika dia meraih juara pertama pada kejuaraan dunia pencak silat seni di Vienna, Austria, tahun 1986. Kepiawaian Suhaimi dalam pencak silat juga terukir dari ”kegilaannya” berguru ilmu silat di berbagai tempat. Dengan berlandaskan ilmu silat tradisional madura, dia kemudian mendalami ilmu pencak silat dari berbagai daerah lain di luar Madura.Suhaimi kemudian memadukan pencak silat madura dengan ilmu silat dari tempat lain, seperti silat bawean, silat padang, silat melayu, silat gorontalo, hingga silat sunda. Inilah rupanya yang membuat pengajaran pencak silat di PPS Jokotole memiliki ciri khas tersendiri.

Untuk menghidupi organisasi, PPS Jokotole tidak memiliki sumber dana khusus. Berjalannya perguruan yang mengambil nama salah seorang pahlawan Madura pada zaman Majapahit ini hanya mengandalkan sumbangsih sukarela dari para mantan murid perguruan. ”Kami tidak menarik iuran sepeser pun dari anggota. Sekarang ini, minat anak muda pada pencak silat semakin hilang. Jika mereka masih harus membayar, tidak ada yang mau datang ke perguruan,” kata Suhaimi, yang sejak masih kanak-kanak tertarik pada pencak silat.Sebagai organisasi yang menyumbang segudang prestasi di tingkat nasional ataupun internasional, PPS Jokotole pun tidak pernah mendapatkan dukungan dana dari pemerintah. Namun, roda organisasi perguruan pencak silat itu bisa terus bergulir.Meski berbekal anggaran yang minim, para murid PPS Jokotole tidak keberatan untuk memberi pelajaran ekstrakurikuler pencak silat di beberapa sekolah di sekitar Madura, bahkan sampai Surabaya. Suhaimi berharap, lewat pengajaran di sekolah-sekolah itulah pencak silat akan kembali diminati orang, terutama kaum muda. Di sisi lain, kaum muda di Kecamatan Kamal pun relatif sulit diharapkan tertarik pencak silat karena sebagian dari mereka harus keluar dari Kamal guna melanjutkan pendidikan formal.Oleh karena itulah, Suhaimi pun berangan-angan untuk mendirikan sekolah menengah atas yang di Kecamatan Kamal jumlahnya sangat terbatas.”Di Kamal sudah ada empat sekolah menengah pertama, tetapi hanya ada satu sekolah menengah atas. Jadi, anak muda Kamal yang mau melanjutkan pendidikan formalnya harus keluar dari Kamal, bahkan mereka sampai harus melanjutkan ke SMA di Surabaya,” tutur Suhaimi prihatin.

*Pantai Siring Kemuning*

Sebagai negara maritim kepulauan dengan garis pantai membentang sepanjang 95.181 km, sangat wajar kalau Indonesia memiliki banyak sekali pantai yang indah. Beberapa di antaranya sudah sangat terkenal hingga ke dunia internasional, sebut saja Pantai Kuta dan Pantai Sanur di Bali. Namun tidak sedikit pula yang masih tersembunyi sehingga keindahannya tidak banyak disaksikan mata manusia. Salah satunya Pantai Siring Kemuning di Bangkalan, Madura. Pantai Siring Kemuning terletak di desa Mecajah di Kecamatan Tanjung Bumi, berjarak sekitar 41 km ke arah utara Kota Bangkalan. Jika memulai perjalanan dari Kota Bangkalan, butuh waktu sekitar sejam dengan menggunakan sepeda motor untuk sampai di pantai ini. Sebaiknya gunakan kendaraan kendaraan pribadi karena belum ada angkutan umum yang mencapai daerah Pantai Siring Kemuning.

Di hari libur terutama di tahun baru, Pantai Siring Kemuning cukup ramai dikunjungi masyarakat dari luar Bangkalan. Kalau dilihat dari nomor polisi kendaraan roda dua atau roda empat yang parkir, sepertinya pengunjung di hari pertama 1 Januarai tahun baru 2012 kebanyakan berasal dari Surabaya. Kemungkinan besar mereka adalah para pengunjung Kota Bangkalan yang hendak menikmati kelezatan Bebek Sinjay Sambal Pecit yang sudah terkenal itu. Bisa juga mereka merupakan penggila Batik yang hendak berburu Batik Tanjung Bumi yang berlokasi tidak jauh dari Pantai Siring Kemuning.
pantai siring kemuning
Memasuki Pantai Siring Kemuning tidak dikenai biaya karcis tapi pengunjung harus membayar uang parkir dengan tarif Rp. 7000 untuk sepeda motor dan kemungkinan lebih untuk parkir mobil. Suasana di Pantai Siring Kemuning terlihat masih sangat alami, hampir tidak ada sentuhan polesan tangan manusia yang terasa. Sepertinya pesona tersembunyi Pantai Siring Kemuning masih luput dari perhatian pemerintah setempat. Hampir tidak ada fasilitas umum yang tersedia di pantai ini, bahkan kamar mandi dan toilet pun harus menumpang di rumah penduduk sekitar pantai. Di dekat gerbang masuk sebenarnya ada bangunan yang kemungkinan dibangun dengan peruntukan kamar mandi dan toilet, sayang sekali bangunan itu belum selesai sehingga tidak dapat digunakan.
pasir putih siring kemuning
Suasana di tepi Pantai Siring Kemuning cukup asri dan sejuk, di lokasi dekat pintu masuk terdapat pohon-pohon yang cukup rindang, cocok sekali digunakan untuk lesehan sekedar melepas penat selama perjalanan menuju pantai. Tapi jangan lupa dengan syaratnya, tikar atau alas untuk lesehan harus dibawa sendiri karena belum ada yang menyewakannya. Di tahun baru kemarin, pasir putih Siring Kemuning dihiasi oleh ombak sedang dan air yang cukup keruh. Kemungkinan karena malam sebelumnya hingga pagi, Bangkalan dan sekitarnya diguyur hujan cukup deras. Selain pasir putih, pantai Siring Kemuning di beberapa tempat juga dihiasi batu karang. Kalau membawa anak kecil, sebaiknya berhati-hati untuk melepaskan mereka di zona berbatu karang.
batu karang siring kemuning
Bagi pengunjung yang hendak bermain air dan ombak di pantai pasir putih Siring Kemuning juga diharapkan untuk berhati-hati karena menurut penduduk setempat ombak di pantai ini bertipe menyeret bukan mendorong. Ombaknya memang tidak terlalu besar tapi tidak ada salahnya juga untuk selalu berhati-hati terutama anak-anak dan pengunjung yang tidak mahir berenang.pengunjung siring kemuning
Ketiadaan rumah makan bisa jadi salah satu kekurangan lain pantai ini. Setelah lelah bermain dengan air dan ombak di atas pasir tentu saja pengunjung ingin mengisi perut yang kelaparan. Sayang sekali tidak banyak pilihan di Pantai Siring Kemuning, hanya ada dua warung penjaja rujak lontong khas Bangkalan. Jadi ada baiknya juga menyiapkan bekal jika hendak menghabiskan waktu hingga makan siang di pantai ini. Apalagi jarak yang harus ditempuh untuk sampai di Kota Bangkalan lumayan jauh.
pedagang di pantai siring kemuning
Di balik kelebihan dan kekurangannya, Pantai Siring Kemuning adalah obyek wisata di Kota Bangkalan yang patut dikunjungi. Semoga saja pemerintah setempat dapat memberikan sedikit perhatian untuk aset-aset wisata seperti ini supaya pesona-pesona tersembunyi keindahan negeri ini dapat dinikmati khalayak ramai.

Pengalaman Yang Paling Menyebalkan

Ketika  bangun  pada hari  Senin  pagi, aku  sangat terkejut  karena   melihat jam di kamar telah  menunjukkan  pukul  06.30 WIB. Aku  langsung  bangun  dan  menuju  ke kamar  mandi. Sampai  di  kamar  mandi  tiba-tiba aku  terpeleset dan hampir saja mencederaiku.
 
Setelah mandi, aku berpakaian sekolah, sarapan pagi lalu berangkat sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Sesampainya di sekolah kulihat tasku untuk mengambil topi. Betapa terkejutnya aku, ternyata topiku tidak ada di dalam tas. Karena hari itu hari senin (ada upacara bendera) aku pulang ke rumah untuk mengambil topi. Selesai mengambil topi aku kembali lagi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor. Tiba-tiba di jalan motorku mogok, setelah diperiksa ternyata bensinnya habis. Terpaksa kudorong motor untuk mencari tempat penjualan bensin eceran. Untunglah tempat penjualan bensin itu tidak jauh. Aku membeli satu liter bensin dan langsung tancap gas menuju ke sekolah.

Setibanya di sekolah ternyata murid-murid sudah berkumpul di lapangan. Upacara hampir saja dimulai. Aku pun tergesa-gesa berlari menuju ke lapangan upacara. Ketika upacara dimulai kepala sekolah langsung memberi pengarahan tentang tata tertib sekolah. Tiba-tiba datanglah seorang guru untuk memeriksa kerapian murid-muridnya, dan sialnya rambutku dinilai panjang oleh guru. Dengan leluasa serta tak kuasa kumenolak gunting yang ada digengaman guru mencabik-cabik rambutku.

Dengan rambutku yang tak karuan, aku langsung masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Rupaya pelajaran tersebut mempunyai pekerjaan rumah (PR) dan aku lupa mengerjakan tugas tersebut lalu dihukum oleh guru untuk membuat tugas itu sebanyak tiga kali.

Aku langsung mengerjakan tugas itu. Sebelum aku mengerjakannya jam pelajaran pun habis lalu aku disuruh menulis beberapa kali lipat lagi oleh guru. Ketika sedang mengerjakan tugas itu, teman-teman ribut di kelas karena jam pelajarannya kosong. Dengan senangnya teman-teman pun bermain di kelas sehingga aku pun merasa terganggu. Aku menegurnya supaya tidak ribut lagi, ternyata mereka tidak senang dan tidak terima atas teguranku. Temanku tadi langsung merobek tugas yang sedang kubuat. Aku merasa kesal dan tanpa basa-basi lagi aku langsung menghajarnya sehingga terjadilah perkelahian. Kemudian kami dipanggil wali kelas ke kantor untuk menyelesaikan masalah tersebut. Aku ceritakan masalah tersebut dan kami pun disuruh untuk bermaaf-maafan. Setelah itu kami disuruh untuk melupakan masalah tersebut, akhirnya lonceng pun berbunyi menandakan pulang sekolah. Kami pun langsung pulang ke rumah. Setibanya di rumah aku merasa senang karena permasalahan tersebut telah selesai. Aku bercerita tentang kejadian-kejadian yang aku alami di sekolah tadi dengan orang tuaku. Orang tuaku pun menasehati agar selalu mengerjakan tugas tersebut dan mentaati peraturan tata tertib yang ada di sekolah.

Lomba 17 Agustus

17 AGUSTUS
Tahun lalu aku mengikuti lomba tujuh belasan. Pagi pagi sekali aku sudah bangun. Setelah shalat subuh aku mandi. Setalah mandi aku makan. Setalah makan aku keluar karena sudah ditunggu oleh teman temanku.
Aku ikut menyiapkan tempat dan alat alat untuk perlombaan aku sudah mendaftarkan diri sebagai peserta , sebenarnya aku ingin menjadi peserta pertama tapi ternyata aku menjadi peserta ketiga, tpi aku sudah senang. Ternyata ada perlombaan yang paling tidak aku sukai.

Saat perlombaan pertama dimulai aku dipanggil ke tiga. Perlombaan pertama yaitu makan kerupuk, karena tadi aku makannya kurang kenyang aku makan kerupuiknya cepat sekali sehingga aku ikut final. Dan akhirnya aku mendapatkan juara pertama. Perlombaan kedua dan berikutnya juga begitu asyik. Dan aku juga mendapatkan juara

Perlombaan ke ke lima aku saaaannnggggaaaaattttt tidak ssseeeennnnaaaanggg,.. kenapa..? karena aku tidak tau kalau itu perlombaan memindahkan belut. Aku sampai jijik kupun terpaksa. Saat perlombaan dimulai aku nekat,.. tetap mengikuti lomba walaupun aku tidak senang …

Walaupun aku tidak menang tetapi aku tetap tersenyum. Karena perlombaan itu ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi saat pembagian hadiah aku selalu maju ke panggung karena aku selalu mendapat juara 1 atau 2. kecuali memindahkan belut. Setelah perlombaan belut yang digunakan untuk lomba diolah oleh teman temanku menjadi masakan yang sangat lezat.
Sekian..

Saat Perpisahan

Saat Perpisahan
Akhirnya UN SD telah selesai …. dan nilai nya pun juga telah keluar . ada dari kami yang bangga dan ada pula dari kami yang harus puas dengan nilai yang biasa-biasa saja. Karena UN telah selesai , SD saya mengadakan libur yang cukup panjang . Saya dan teman teman saya sangat senang dengan libur yang cukup panjang ini , dan orang tua sedang sibuk-sibuk nya mencari sekolah yang mau menerima anak nya . Suatu hari , sekolah mengumumkan , beberapa hari siswa masuk , tidak wajib , dan tidak ada pelajaran , hanya masuk jam 06.35 – 12.00 . Di hari – hari itu diperbolehkan membawa hp , mainan , dll .

 kegiatan nya hanya persiapan untuk perpisahan yang akan diadakan Sabtu tanggal 09 juni 2010 . Persiapan – persiapan itu diantara nya adalah menghafal mars al-azhar , menari , dan foto bersama untuk yearbook / buku kenangan . Tempat latihan nya di lapangan upacara sementara untuk tempat pelaksanaan perpisahan kami di sekolah . Persiapan nya berakhir hari jum’at tanggal 08 Juni 2010 , saat latihan nya bertempat di sekolah . Saya dan teman-teman sempat beberapa kali salah , yah maklum karena awalnya belum pernah datang ke sekolah . Yah , hari itu memang hari yang cukup melelahkan , cuaca yang panas , membuat para guru cepat emosi .

 Haha , ya , kami memang sempat sebal , tapi , ya wajar lah , karena besok sudah hari-H . Dan akhirnya kami pulang ke rumah , berbekal perasaan tak menentu tentang hari esok . Kami di hantui rasa tidak percaya diri saat itu . Yah , satu satunya yang dapat menenangkan hati kami hari itu adalah semangat dan yakin hari esok pasti kami akan tampil dengan bagus .

Dan , yah , hari yang dinanti pun tiba . Dikarenakan saya bangun sukup siang , saya pikir saya terlambat . Saya pun menangis . Orangtua saya mencoba menenangkan saya . Takut terlambat , saya pun langsung berangkat . Untunglah saya tidak terlambat . Saya tepat 5 menit sebelum acara di mulai . Sambil menghapus air mata , saya menuju teman teman saya . Dan , kami pun masuk ke panggung . Ternyata yang hadir banyak sekali , acara nya juga sangat meriah . Untunglah tidak terjadi kesalahan selama perpisahan berlangsung . Singkat kata , perpisahan kami sukses . Alhamdulillah . Dan yang paling berkesan bagi saya adalah , saat saya untuk terakhir kali nya melihat wajah teman teman saya dan berkata “ Sampai Jumpa Kawan “ ….

#MERCON#

pada suatu hari saya bersama temen2 membeli mercon pada siang hari jam 13.35 di toko mercon, saya membeli roman candle yg shotnya 6. pada hari itu lg bulan ramadhan yg ke 16 berarti memperingati hari kemerdekaan indonesai lalu saya bersama temen2 pulang dari toko mercon itu, kita simpan dulu. kata novan nanti kita ketemuan di rumahku aja lalu teman2 menjawab iya ntar.

jam 16.30 saya berkumpul di mushala al-iman sama nunggu buka puasa. kita tunggu sambil mengaji dan membantu menyiapkan buka puasa, lalu kita duduk2 ada bapak-bapak, ibu-ibu, simah-simbah,dll. kita tunggu lalu ada suara ngunggggg…..ungngngng artinya sudah berbuka puasa, kita berdoa dlu mau makan dan berdoa berbuka puasa, terus saya dan bersama temen-temen sudah selesai makan dan minum, lalu kita berwudhu. terus masuk duduk, kita sholat sunnah kemudian sudah selesai sholat sunnah, lalu iqamah berdiri imam mengucapkan takbir saya mengikuti karena saya mukmin, terus saya sudah selesai sholat magrib.

 lalu saya pulang ke rumah temen2 juga sudah pulang masing2, jam sudah berlalu adzan isy’a telah tiba kita sholat isy’a dan tarawih. kita sholat berjamaah kemudian waktu telah berlalu sudah selesai, kita pulang masing-masing dan novan sama aku memberi tau temen2 ntar kita kumpul ke rumahnya novan temen menjawab iya santai aja, lalu aku pulang sebentar.

Terus aku kumpul di rumahnya Ahmad udah ada temen2 aku, lalu aku melihat di rumahnya pak jumadi pada menyiapkan,memberesi,dan membersihkan untuk pirakatan. lalu novan sudah mengambil mercon itu di rumahnya, kita pergi jalan membawa mercon itu lalu kita berhenti di tanduran kates agak besa.Kan ada bayi di belakang rumahnya saya sudah kasih tau jangan di situ kalau mau menyalakan mercon beberapa kemudian sudah meluncur ke atas merconnya sampai hbs kita sudah senang2 gtw, tiba2 ada yg mrh yg punya bayi td kita di kejar2 lalu kita berhenti sebentar lalu kita sudah tidak di kejar lagi aku ketawa hahahahaha lalu kita kembali lagi sudah tidak ada lg. kita sudah kapok hahahaha. jangan menyalakan mercon kalau ada bayi ntar bisa jantungnya copot.

INILAH PENGALAMAN
Blue Fire Pointer