Panas ini menggila seakan memasung jiwa untuk terus kecewa,suatu ketika ku bertanya pada semesta “mengapa harus terus seperti ini?”,dan dengan retorikanya semesta menjawab,”manusia hanya bisa menunggu masa,tunggu saja senja yang kau nanti akan segera tiba”
Seketika awan memayungi tempat dmana aku slalu mengeluh,harapan akan sejuk itu pun mendekat,akan tetapi sepertinya awan pun nampak ragu dan perlahan pergi meninggalkan semua halusinasi
Kemarau….
Semesta nampak tak bersahabat dan mega pun tak kunjung redup…


No comments:
Post a Comment